Posted on Tinggalkan komentar

Tanggapan Zofar 3

(Ayb. 11:13-20)

”Jikalau engkau ini menyediakan hatimu, dan menadahkan tanganmu kepada-Nya; jikalau engkau menjauhkan kejahatan dalam tanganmu, dan tidak membiarkan kecurangan ada dalam kemahmu, maka sesungguhnya, engkau dapat mengangkat mukamu tanpa cela, dan engkau akan berdiri teguh dan tidak akan takut, bahkan engkau akan melupakan kesusahanmu, hanya teringat kepadanya seperti kepada air yang telah mengalir lalu” (Ayb. 11:13-16).

Zofar berupaya membujuk Ayub untuk mengakui kesalahannya di hadapan Allah. Dalam Alkitab Bahasa Indonesia Masa Kini tertera: ”Ayub, bersihkanlah hatimu, menyesallah! Berdoalah kepada Allah! Hilangkanlah dosa dari hatimu dan jauhkanlah kejahatan dari rumahmu!”

Kata-katanya memang menusuk, gamblang, tanpa tedeng aling-aling. Tentu saja Zofar menyatakannya karena bisa jadi dia sendiri bingung, mengapa Allah membiarkan orang saleh menderita. Dan itu bukan sekadar penderitaan biasa. Semua harta, juga anak, musnah. Dan tubuh didera penyakit kulit yang berbau busuk. Sehingga Zofar menjadi begitu yakin bahwa semuanya itu karena kesalahan Ayub.

Belum lagi Ayub bersikukuh dengan pendapatnya bahwa dia tidak berbuat kesalahan sedikit pun. Hal itu membuat Zofar berpikir bahwa sahabatnya memang menyembunyikan sesuatu. Sehingga dia memaksa Ayub untuk bertobat. Hanya dengan itulah, pikir Zofar, dia akan mendapatkan sahabatnya kembali seperti sedia kala.

Zofar percaya, jika Ayub bertobat, ”Kehidupanmu akan menjadi lebih cemerlang dari pada siang hari, kegelapan akan menjadi terang seperti pagi hari.” Itulah harapan Zofar. Pada titik ini dia memang masih ingin yang terbaik untuk sahabatnya. Kalau pun kata-katanya keras, kemungkinan besar karena Zofar sungguh mengasihi Ayub. Hanya caranya memang membuat sakit hati.

Yoel M. Indrasmoro
Literatur Perkantas Nasional

Bagikan:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *