Posted on Tinggalkan komentar

Menunda

(Ams. 3:28)

”Janganlah engkau berkata kepada sesamamu: ’Pergilah dan kembalilah, besok akan kuberi,’ sedangkan yang diminta ada padamu.” Dalam Alkitab Bahasa Indonesia Masa Kini tertera: ”Janganlah menyuruh sesamamu menunggu sampai besok, kalau pada saat ini juga engkau dapat menolongnya.”

Penulis Kitab Amsal, sebagaimana ayat 27, menasihatkan pembacanya untuk tidak menunda untuk melakukan kebaikan. Mengapa? Pertama, Bisa jadi orang tersebut memang membutuhkannya saat itu juga. Ada unsur kemendesakkan di sini. Esok mungkin sudah terlambat.

Kedua, apakah memang itu merugikan kita? Jika tidak, mengapa kita harus menundanya? Bisa jadi kita berpikir untuk mengujinya. Jika memang demikian, pertanyaannya adalah mengapa pula kita harus mengujinya. Bagaimana perasaan orang tersebut jika tahu bahwa kita memang sedang mengujinya.

Ini memang bukan perkara gampang. Akan tetapi, semasa hidup, Sang Guru dari Nazaret, pernah berkata, ”Karena orang-orang miskin selalu ada pada kamu” (Yoh. 12:8). Karena itu, ketika ada orang datang meminta pertolongan—dan kebenaran kita memang mampu menolong—berikanlah itu. Jangan pernah menundanya!

Lagi pula, ketika seseorang meminta pertolongan kita, sejatinya dia percaya bahwa kita akan mau—dan mungkin mampu—menolongnya. Dengan kata lain, dia memercayai kita. Kalau memang enggak mampu, baiklah kita terus terang mengatakannya. Namun, jika kita mampu, lakukanlah itu dengan tulus!

SMaNGaT,

Yoel M. Indrasmoro
Literatur Perkantas Nasional

Foto: Danial Ricaros

Bagikan:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *