Posted on Tinggalkan komentar

Kain Baru

(Luk. 5:36)

”Ia menyampaikan juga suatu perumpamaan kepada mereka, ’Tidak seorang pun mengoyakkan secarik kain dari baju yang baru untuk menambalkannya pada baju yang tua. Jika demikian, yang baru itu juga akan koyak dan pada yang tua itu tidak akan cocok kain penambal yang dikoyakkan dari yang baru itu.’”

Perumpamaan ini tampaknya hendak mengingatkan para pendengar Yesus mengenai dimulainya zaman baru. Zaman baru semua memang serba baru. Hati manusianya pun perlu diperbarui. Itulah yang disebut pertobatan. Bahasa Yunaninya metanoia artinya berbalik. Meninggalkan yang lama sekali untuk hidup dalam kehidupan yang baru.

Perumpamaan tentang kain dari baju baru yang ditambalkan dalam baju lama terkesan absurd—tidak masuk akal, bahkan mustahil. Namun, kadang itu juga yang terjadi. Manusia sering susah untuk meninggalkan yang lama, untuk total masuk dalam kehidupan yang baru.

Romantisme masa lalu, meski peristiwa sungguh tak menyenangkan, membuat manusia sulit move on ’bergerak maju’. Yang membuatnya tetap hidup dalam masa lampau. Dengan kata lain masih hidup di dua alam. Raga telah berada di dunia baru, namun pikiran dan hati masih tertambat di dunia lama. Yang kadang menjadikan frustrasi.

Karena itu, nasihat Yesus jelas, juga tegas. Hiduplah dalam zaman baru—baik raga, hati, maupun pikiran. Hiduplah dalam kehidupan yang baru. Caranya? Fokuslah kepada-Nya.

Yoel M. Indrasmoro
Literatur Perkantas Nasional

Bagikan:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *