Posted on Tinggalkan komentar

Gunung Sion

Dalam nyanyian ziarahnya, di awal Mazmur 125, penyair menulis: ”Orang-orang yang percaya kepada TUHAN adalah seperti gunung Sion yang tidak goyang, yang tetap untuk selama-lamanya.”

Penyair mengumpamakan orang yang percaya kepada Allah seperti gunung. Gunung menggambarkan sesuatu kuat, teguh, dan tak lekang oleh waktu.

Dan orang percaya digambarkan bukan dengan gunung sembarang gunung, tetapi gunung Sion. gunung Sion menjadi berbeda karena di sanalah Bait Allah berdiri. Itu berarti gunung Sion merupakan gunung pilihan. Allah sendiri telah memilihnya menjadi tempat kediaman-Nya. Gunung Sion telah menjadi tempat tinggal Allah di bumi. Karena itulah, Allah pasti akan melindunginya.

Demikian juga dengan orang yang percaya kepada Allah. Yang Mahatinggi akan senantiasa melindunginya karena telah memilihnya. Dan perlindungan itu bersifat kekal karena Allah itu kekal sifat-Nya.
Sesungguhnya kekekalan itu pulalah yang membedakan orang percaya dari orang fasik. Oleh karena itu—apalagi di tengah pandemi ini—tetap percaya kepada Allah merupakan jalan terlogis.

SMaNGaT,

Yoel M. Indrasmoro
Literatur Perkantas Nasional

Foto: Istimewa

Bagikan:

Tinggalkan Balasan