Posted on Tinggalkan komentar

Dialah yang Memimpin Kita

Pemazmur mengakhiri Mazmur 48 dengan sebuah pernyataan: ”Sesungguhnya inilah Allah, Allah kitalah Dia seterusnya dan untuk selamanya! Dialah yang memimpin kita!” Dalam BIMK tertera: ”Dialah Allah, Allah kita untuk selama-lamanya, Dia akan memimpin kita sampai kekal.”

Yang dimaksudkan dengan Allah adalah Pencipta yang esa dan sejati. Sehingga ketika berkata ”sesungguhnya inilah Allah”, pemazmur hendak menyatakan bahwa Pencipta itu telah berkenan menjadi Allah bagi bangsa Israel. Tak hanya untuk sesaat, tetapi untuk seterusnya dan untuk selama-lamanya.

Mazmur 48 ini mungkin awalnya digunakan oleh orang Israel ketika mereka berziarah ke Yerusalem. Dan tak hanya dipahami sebagai Allah bangsa Isrel, tetapi juga dipahami sebagai Allah yang berkenan bersemayam di Yerusalem. Sehingga Yerusalem pun disebut sebagai kota Allah.

Ini menjadi penting, karena sebagai sebuah kota Yerusalem memang tak pernah berhenti diserang oleh bangsa-bangsa lain. Namun, pemazmur percaya bahwa Yerusalem akan tegak selama-lamanya. Dan karena itu pula, pemazmur percaya bahwa Allah akan memimpin bangsa Israel untuk seterusnya dan selamanya.

Saudara dan saya—melalui kematian dan kebangkitan Yesus Kristus—adalah Israel baru. Kenyataan ini semestinya menghibur kita dalam masa pandemi ini. Sebab Allah akan terus memimpin kita, baik di bumi maupun di surga. Dan bersama pemazmur, kita pun bisa berseru, ”Dialah Allah, Allah kita untuk selama-lamanya, Dia akan memimpin kita sampai kekal.”

SMaNGaT,

Yoel M. Indrasmoro
Literatur Perkantas Nasional

Bagikan:

Tinggalkan Balasan