Posted on Tinggalkan komentar

Dalam Kuasa Roh

(Luk. 4:14-15)

”Dalam kuasa Roh kembalilah Yesus ke Galilea. Lalu tersebarlah kabar tentang Dia di seluruh daerah itu. Sementara itu Ia mengajar di rumah-rumah ibadat di situ dan semua orang memuji Dia.”

Tampaknya jelas bagi kita, para pembaca Abad XXI, Lukas menyatakan dengan jelas bahwa Yesus menundukkan diri-Nya untuk dikuasai Roh Allah. Ia berada dalam kuasa Roh. Dan itulah yang menjadi cara hidup-Nya hingga kematian di kayu salib. Kisah di Taman Getsemani, saat Yesus berikhtiar ”Jadilah kehendak-Mu”, menandaskan bahwa Anak Allah tidak bersikap semaunya, tetapi taat kepada Bapa-Nya.

Itu berarti, kita boleh menyimpulkan bahwa kabar tentang Dia yang tersebar ke mana-mana itu pun berada dalam kuasa Roh—dalam kedaulatan Roh Allah. Dan bisa dipastikan bahwa Sang Guru Baru dari Nazaret itu tidak memasang iklan. Namun, yaitu tadi, kabar tentang diri-Nya tersebar di seluruh daerah Galilea.

Menarik pula disimak, cara Lukas menceritakan bagaimana Yesus mengajar di rumah-rumah ibadat (sinagoge) memperlihatkan adanya kesinambungan ajaran Yesus dengan apa yang telah dijanjikan Allah kepada Israel. Itu jugalah yang dilakukan para pemberita Injil mula-mula.

Menurut Stefan Leks, sejak pembuangan Babel—yaitu sejak bangsa Israel tinggal jauh dari Palestina dan tak mungkin beribadah di Bait Allah—mereka mengadakan _pertemuan_ (sinagoge) untuk berdoa, membaca Taurat, dan mendengarkan khotbah. Kebiasaan itu dilanjutkan kembali saat pulang dari pembuangan. Meskipun Bait Allah telah didirikan kembali, sinagoge didirikan di mana-mana, juga di Yerusalem. Yesus memanfaatkan fasilitas itu untuk memperkenalkan tahap baru sejarah penyelamatan Allah.

Dan kita dapat percaya bahwa strategi pelayanan dan pengajaran macam begini pun merupakan buah dari kuasa Roh.

Yoel M. Indrasmoro
Literatur Perkantas Nasional

Bagikan:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.