Posted on Tinggalkan komentar

Rumah Allah

Kehausan Anda tidak mungkin terpuaskan, meskipun Anda berhasil memperoleh segala sesuatu di bumi ini. Anda tidak akan pernah berhenti mencari-cari.

Manusia memang tidak pernah merasa puas. Dalam hidup bergereja kadang kita menemukan orang yang suka pindah-pindah gereja. Mereka terus-menerus mencari gereja yang sesuai dengan keinginannya.

Di tengah-tengah segala tawaran dunia, Kristus memperkenalkan diri-Nya sebagai Air Hidup, yang dapat memuaskan dahaga kita. Sehingga ketika pergi ke gereja, kita tidak perlu mengajukan tuntutan. Bertemu dengan orang-orang yang tak mudah diajak bergaul semestinya tidak lagi menyurutkan kerinduan kita untuk berjumpa dengan Kristus.

Dari kenyataan itu kita belajar memandang gereja dan dunia, memandang orang-orang di sekitar kita. Bukan diri kita sebagai pusatnya, tetapi rumah di dalam hati kita, di mana kita datang ke hadapan Allah. Itulah satu-satunya cara untuk secara bersama-sama dapat menjadi rumah untuk Allah.

Dalam buku Kaya Roh: Hidup oleh Roh, Berada dalam Kristus, Bas Luiten mengajak kita belajar saling membantu, memercayai, peka, mengasihi, mendorong, dan setia satu sama lain dalam menyambut Allah.

Dengan cara itu terjadilah awal hidup bersama dengan semua orang kudus di rumah Allah sendiri.

Heru Santoso
Literatur Perkantas Nasional

Tinggalkan Balasan