Posted on Tinggalkan komentar

Memperhatikan yang Lemah

”Berbahagialah orang yang memperhatikan orang lemah! TUHAN akan meluputkan dia pada waktu celaka. TUHAN akan melindungi dia dan memelihara nyawanya, sehingga ia disebut berbahagia di bumi; Engkau takkan membiarkan dia dipermainkan musuhnya! TUHAN membantu dia di ranjangnya waktu sakit; di tempat tidurnya Kaupulihkannya sama sekali dari sakitnya.” Demikianlah Daud membuka Mazmur 41.

Lembaga Alkitab Indonesia memberi judul ”Doa Minta Penyembuhan”. Dan memang itulah yang dinyatakan oleh Daud pada ayat 5: ”TUHAN, kasihanilah aku, sembuhkanlah aku, sebab terhadap Engkaulah aku berdosa!”

Akan tetapi, menarik disimak, bahwa dalam mazmur ini Daud agaknya sengaja menyoroti tanggapan pribadi-pribadi atas penyakit yang menimpanya. Daud mengeluh, pada ayat 7-9 dalam Alkitab BIMK, ”Orang-orang yang menjenguk aku tidak tulus ikhlas. Mereka mengumpulkan kabar buruk tentang aku, lalu menyiarkannya ke mana-mana. Semua yang membenci aku berbisik-bisik; mereka mengatakan yang paling jelek tentang aku. Kata mereka, ’Penyakitnya parah sekali, ia tak mungkin bangun lagi.’”

Mungkin peribahasa ”sudah jatuh ketimpa tangga” bisa menggambarkan kondisi Daud saat itu. Sudah sakit, tetapi ternyata ada orang yang lebih suka menjadikan penyakitnya sebagai bahan omongan. Pada titik ini kelihatannya Daud tak hanya menanggung sakit jasmani, tetapi juga sakit hati.

Karena itulah, juga di tengah pandemi Covid-19, kita dipanggil untuk tidak menambah beban bagi para ODP, PDP, juga orang yang positif terinfeksi virus Corona. Kalau mau mempercakapkan penyakit mereka, percakapkanlah itu dalam doa kepada Allah, sembari memohon belas kasihan-Nya.

Dan untuk itu kita akan disebut orang-orang yang berbahagia. Mengapa? Karena pada gilirannya, si sakit kemungkinan besar mendoakan kita pada waktu kita sakit. Percayalah!

SMaNGaT,

Yoel M. Indrasmoro
Literatur Perkantas Nasional

Bagikan:

Tinggalkan Balasan