Diposting pada

Karya Terbaik dengan Cara Baik

”Pernahkah engkau melihat orang yang cakap dalam pekerjaannya? Di hadapan raja-raja ia akan berdiri, bukan di hadapan orang-orang yang hina.” (Ams. 22:29).

Dalam Alkitab BIMK: ”Pernahkah engkau melihat orang yang cakap melakukan pekerjaannya? Orang itu akan dipekerjakan di istana raja-raja, bukan di rumah orang biasa.”

Ada kaitan erat antara kualitas dan lokasi kerja. Tempat orang yang cakap bekerja bukanlah di rumah orang biasa, tetapi di istana raja.

Tanggung jawab besar hanya diperuntukkan bagi orang-orang berkualitas. Ini sungguh lumrah. Kita pun sering melakukannya. Misalnya: Jika televisi kita rusak, apakah kita akan memercayakannya kepada sembarang orang? Tentu tidak. Itu namanya bunuh diri. Televisi kita bukannya makin baik, malah tambah rusak. Pastilah kita mempercayakannya kepada ahlinya. Bahkan kita berani bayar mahal untuk itu. Jelas, kepercayaan kita terhadap seseorang berkait erat dengan kualitas pekerjaannya. Kepercayaan berbanding lurus dengan kualitas kerja. Dunia membutuhkan kualitas kerja. Jadi, jangan sekali-kali meremehkannya.

Kerja berkait pula dengan hati. Kualitas kerja, bagaimanapun baiknya, tetap menjadi cela jika tidak berdasarkan ketulusan. Dan lambat laun, gaya macam begini akan membuat diri kita tidak berkualitas lagi. Dengan kata lain, kita dipanggil untuk menghasilkan karya terbaik melalui cara yang baik. Tujuan yang baik, karya yang baik, memang harus dilakukan dengan cara yang baik. Dan hanya orang-orang seperti inilah yang akan mendapatkan tanggung jawab yang lebih besar. Sekali lagi karena dia mampu berkarya baik dengan cara baik.

Selamat bekerja!

Yoel M. Indrasmoro
Direktur Literatur Perkantas Nasional

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *