Posted on Tinggalkan komentar

Mengenal Allah dan Memuliakan-Nya

Allah adalah Roh, tidak terbatas, kekal dan tidak dapat diubah dalam hal keberadaan-Nya dan kebijaksanaan, kekuasaan, kekudusan, keadilan, kebaikan, serta kebenaran-Nya. Dengan merenungkan kebesaran-Nya, semua kefasihan lidah memudar, sebab bahasa manusia tidak akan mampu mengekspresikan Allah dengan sempurna dalam seluruh keajaiban kemuliaan-Nya. Ada sesuatu tentang Allah yang begitu megah, menakjubkan dan tidak dapat diekspresikan, bagaimana pun kita mengatakannya, Allah kita jauh lebih besar.

Sejauh manakah kita mengenal Tuhan Allah yang kepada-Nya kita percaya dan kita tinggikan dalam ibadah dan penyembahan kita?

Dalam Bab 15 buku Mengasihi Yang Maha Kudus, A.W. Tozer menjelaskan bahwa kita tidak dapat memiliki Allah imajiner. Kita harus melihat Allah sebagaimana Ia begitu senang untuk menyatakan diri-Nya, terutama dalam firman-Nya.

”Pada mulanya Allah…” adalah ayat yang paling penting karena di situlah segala sesuatu harus dimulai. Ayat ini menunjukkan bahwa Ia yang utama, berkuasa, dan sumber segala sesuatu. Patutlah kita makin memercayai bahwa Dialah Tuhan dan Raja atas semesta!

Semakin dalam kita mengenal Allah, maka seharusnya semakin besar kasih dan kerinduan kita untuk memberi ibadah yang sejati serta pelayanan yang diperkenan dan menyenangkan Allah.

Jika kita ingin menyenangkan Allah, kita perlu menyenangkan Dia sesuai dengan kehendak-Nya. Jika kita ingin menyembah Allah, kita harus menyembah Dia sesuai dengan syarat-syarat-Nya.

Disiplin yang terpuji dalam kehidupan orang Kristen ialah hidup dengan cara menghormati Allah. Mengendalikan atau mendisiplin daging berarti juga meninggalkan manusia lama kita. Memuliakan Allah berarti membuat Allah besar di dalam kehidupan kita.

Kiranya kerinduan untuk selalu mengenal Allah dan hidup memuliakan-Nya senantiasa menjadi doa seumur hidup kita. Amin.

 

Ririn Sihotang

Literatur Perkantas Nasional

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *